Kisah Urwah Al-Bariqi
Sahabat Nabi yang satu ini dikenal dengan kehebatanya dalam berusaha terutama yang sering disebut saat ini marketing atau pemasaran, selain itu pada masanya dia adalah seorang gubernur di kota Kuffah. Selain itu untuk urusan tawar-menawar dalam transaksi belanja dia juga dianggap sangat ahli dan luar biasa. Siapa dia, mari kita simak pembahasan berikut ini.
Urwah Al-Bariqi juga merupakan sahabat nabi yang sukses menjadi pengusaha dimana memiliki kekuatan yang handal dalam melakukan komunikasi dan negosiasi dengan berbagai relasi. Kemampuan itulah yang menghantarkan Urwah Al-Bariqi menjadi sosok yang sukses dalam berbisnis.
Adapun salah satu kisah menarik terkait Urwah Al-Bariqi yang menunjukkan bahwa dia memiliki kemmapuan komunikasi dan negoisasi yang hebat ditunjukkan ketika Urwah Al-Bariqi diminta Rasulullah untuk membeli daging kurban dengan harga satu dinar. Namun, ternyata hasil yang didapatkan oleh Urwah Al-Bariqi jauh lebih banyak di atas ekspetasi. Urwah Al-Bariqi mampu membahwa kambing dengan harga satu dinar di hadapan Rasulullah SAW. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kemampuan negoisasi Urwah Al-Bariqi yang mumpuni. Tidak hanya itu, komunikasi yang hebat ini juga dapat digunakan oleh Urwah Al-Bariqi hingga dikenal secara luas sebaagi sosok yang pintar berdagang karena ia mampu menjual apapun yang ada di tangannya. Bagi Urwah sendiri, komunikasi merupakan hal yang esensial dan menjadi kunci dalam melakukan bisnis perniagaan karena mampu menjadi jembatan penghubung dari satu orang ke orang lainnya. Berikut merupakan strategi berbisnis yang dilakukan oleh Urwah Al-Bariqi”
- Memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang lain
- Memiliki banyak relasi dan kenalan karena Urwah merupakan sosok yang suka menajamkan ingatan
- Mengulas dan memahami sisi menarik dan unggul dari sebuah produk
Hal ini menjadi jalan terang kita bagi pembisnis untuk terus membaca perjalanan bisnis Nabi dan Sahabatnya agar kita mampu mengikuti jejak-jejaknya dalam tata cara berbisnis sampai bagaimana kita mampu untuk sukses dengan tidak menghalakan segala cara.
Kisah Umar bin Khatab
Selain memikirkan bagaimana produk bisa terjual dan berkembang sebagai pembisnis juga harus mempunyai power atau sikap yang tegas dalam berbisnis apalagi bisnis sangat erat hubungannya dengan orang lain. Nah, kali ini mari kita lihat siapa yang mampu bersikap tegas sehingga beliau sangat disegani pada masanya, siapa beliau, simak pembahasan berikut ini.
Umar bin Khatab juga merupakan sosok yang suskses menjadi pengusaha properti. Hal yang dapat menghantarkan Umar bin Khatab menjadi pengusaha sukses adalah sifat yang tegas. Hal tersebut membuat Umar bin Khatab menjadi pengusaha yang disegani jazirah Arab pada masa itu. Dengan menjadi sosok yang tegas maka Umar bin Khatab sangat berhati-hati dalam membuat keputusan. Bahkan ketika menjadi pengusaha ia juga disegani oleh banyak orang.
Aset yang dimiliki oleh Umar bin Khatab juga sangat banyak. Umar bin Khatab diketahui memiliki lahan pertanian yang cukup luas yakni sekitar 70 ribu hektar dimana dalam setiap hektarnya mampu menghasilkan Rp 160 juta. Dengan demikian, jika dihitung secara manual, Umar bin Khatab dapat menghasilkan kekayaan Rp2,8 triliun per tahun atau kurang lebih Rp 233 miliar dalam satu tahun. Umar bin Khatab sendiri merupakan pengusaha di bidang properti dimana memiliki kemampuan juga dalam manajemen pasar.
Selain dikenal sebagai sosok yang sukses menjadi pengusaha, Umar bin Khatab juga dikenal sebagai sosok yang sangat pengertian terhadap masyarakat kecil. Hal ini diperlihatkan pada perintah Umar bin Khatab selama masa pemerintahannya yakni ketika rakyat kecil yang tidak seharusnya dibebani dengan pajak. Adapun bunyi perintah tersebut yaitu “Janganlah membebani pajak kepada rakyat, kecuali kepada para pengusaha dan yang berpendapatan besar!” Sungguh jika kalian membebani orang-orang ini, maka karunia dan rezeki semakin banyak. Janganlah membenani orang yang berpendapatan kecil! Sebab jika dia tidak punya pendapatan kemudian mencuri, maka maafkanlah, karena Allah akan memaafkan kalian. Dan, makanlah dari hasil yang bersih.”
Rosul Sebagai Pengusaha
Rasulullah Muhammad SAW merupakan sosok wirausaha yang sukses dan seorang entrepreneur sejati pada masanya. Nabi Muhammad mengalami masa kejayaan sebagai sebagai pengusaha dan entrepreneur pada usia 20-25 tahun. Ketika berumur tersebut, Nabi Muhammad SAW mencapai titik keemasan karena kegigihannya dalam menjadi pengusaha.
Dalam masa kejayaannya sebagai pengusaha, Nabi Muhammad memiliki sebuah sikap yang dapat menjadi teladan bagi pebisnis saat ini. Sikap tersebut yaitu, Nabi Muhammad tetap menjadi sosok yang sederhana walaupun sedang berada di puncak sebagai seorang entrepreneur. Nabi Muhammad diketahui gemar berbagi kepada sesama dan tidak sombong. Bahkan Nabi Muhammad lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri dan tidak berusaha pamer terhadap capaian yang sudah diperolehnya.
Adapun prinsip manajemen bisnis yang dilakukan oleh Rasulullah pada perkembangan bisnis modern mencangkup tiga hal yaitu:
- Kepuasan pelanggan (customer satisfaction)
Kepuasan pelanggan ini berarti bahwa dalam menjalankan usaha, Nabi Muhammad berupaya untuk memenuhi kebutuhan dan selera pelanggan agar merasa puas. Kepuasan pelanggan sendiri memang menjadi faktor utama dalam bisnis dimana ketika pelanggan merasa puas, maka pelanggan dapat berpotensi untuk menggunakan kembali jasa atau produk yang ditawarkan.
- Pelayanan yang unggul (service exellence)
Pelayanan unggul atau prima juga memegang peranan yang penting dengan pola layanan terbaik dan mengutamakan kepedulian terhadap pelanggan. Secara lebih ringkas, maka pelayanan unggul atau prima dapat diartikan sebagai pelayanan yang mampu memenuhi standar kualitas yang sesuai dengan ekspetasi dan memenuhi kepuasaan pelanggan.
Dalam berbisnis, kejujuran juga menjadi hal yang penting untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan. Kejujuran ini juga selalu diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai upaya untuk membuat pelanggan setiap terhadap produk yang ditawakan. Tidak hanya itu, jika seorang pebisnis jujur, maka pelanggan dapat melakukan transaksi berulang-ulang karena sudah memiliki kepercayaan penuh terhadap produk atau jasa tersebut.
Bagaimana, mampukah kita mencontoh sikap atau teladan Rosulullah dalam menjalani hidup, mulai dari hubungan kepada manusia, alam dan Tuhannya. Tentu orang biasa seperti kita tidak mampu menyamai tauladan kita seperti Rosulullah, akan tetapi atas keyakinan dan usahalah yang membuat kita tetap berdiri tegak setidaknya menjauhi larangannya.
Cerita Suksesnya Abu Bakar Ash-Shidiqq
Ada banyak sekali kisah-kisah mengenai kesusksesan pengusaha yang memberikankita pelajaran dan motivasi untuk memulai atau mengembangkan bisnis, tentu hal ini tidakboleh kita acuh tak acuh, karena pengalaman seseorang menjadi jalan kita untuk lebih berhati-hati dalam melakukannya. Kali ini mari kita simak cerita Sahabat Nabi Abu Bakar Ash-Shidiqq
Nama Abu Bakar sendiri pastinya sudah tidak asing dimana Abu Bakar sering disebut-sebut sebagai sahabat dekat Nabi Muhammad SAW. Ternyata, Abu Bakar juga merupakan pengusaha sukses pada zamannya. Abu Bakar Ash-Shidiq juga merupakan pemimpin umat Islam setelah meninggalnya Rasulullah. Abu Bakar ini menjadi seorang pengusaha dan pedagang yang memiliki sikap jujur, adil, memiliki wawasan yang luas, juga dermawan.
Karir suksesnya Abu Bakar As-Shidiq bahkan dimulai sejak beliau masih memasuki masa remaja yang diawali dengan mulai berdagang ke Basyra dengan membawa uang modal sebanyak 40 dirham. Ketika awal berdagang tersebut, Abu Bakar masih berusia 10 tahun dan kemudian pergi ke Suriah untuk berdagang bersama ayahnya. Adapun usaha dagang yang dilakukan yaitu sebagai pedagang kain dimana memang sudah menjadi bisnis keluarga.
Sejak awal usahanya tersebut, Abu Bakar Ash-Shidiq kemudian terus berusaha keras dan pantang menyerah agar meraih kesuksesan dalam bidang berniaga harta yang dimilikinya di jalan Allah. Dalam tahun-tahun berikutnya, Abu Bakar terus bepergian untuk berdagang dengan kafialahnya. Dari kegiaatn berdagang tersebut Abu Bakar Ash-Shiddiq memperluas cakupan wilayah dagangnya dengan pergi dalam perjalanan bisnis ke Yaman, Suriah, dan tempat lainnya. Abu-Bakar Ash-Shidiq juga berusaha mengimplementasikan namanya dalam kehidupan sehari-hari selama hidupnya yakni dengan berbuat Shiddiq yang artinya jujur. Dengan demikian, dalam melakukan perdagangan Abu-Bakar selalu menerapkan sikap jujur. Hal inilah yang menjadikan Abu Bakar Ash-Shiddiq disenangi oleh knsumen karena dalam berdagang dilandasi rasa kejujuran sehingga banyak orang menaruh kepercayaan terhadapnya.
Selain jujur, Abu Bakar Ash -Shiddiq juga dikenal memiliki kekayaan melimpah yang sebagaian besarnya disedekahkan. Sosok yang dermawan juga diakui oleh sejarawan Mesir yang memiliki persepsi bahwa Abu Bakar adalah sosok yang kaya dan dermawan. Abu Bakar pun tidak tanggung-tanggung, kekayaan yang dimilikinya ini bahkan dihabiskan untuk upaya dalam memajukan agama Islam.
Hal ini menjadi jalan terang kita bagi pembisnis untuk terus membaca perjalanan bisnis Nabi dan Sahabatnya agar kita mampu mengikuti jejak-jejaknya dalam tata cara berbisnis sampai bagaimana kita mampu untuk sukses dengan tidak menghalakan segala cara.
Kisah Abdurrahman bin Auf, Sang Pengusaha Sukses
Ada banyak sekali kisah-kisah mengenai kesusksesan pengusaha yang memberikan kita pelajaran dan motivasi untuk memulai atau mengembangkan bisnis, tentu hal ini tidak boleh kita acuh tak acuh, karena pengalaman seseorang menjadi jalan kita untuk lebih berhati-hati dalam melakukannya. Kali ini mari kita simak cerita sang pengusa sukses Sahabat Nabi Abdurrahman bin Auf
Abdurrahman bin Auf merupakan salah satu sahabat Rasulullah yang memiliki kemampuan dalam melakukan bisnis atau pun usaha. Awal mula kesuksesan Abdurrahman bin Auf sebagai pebisnis dan pengusaha adalah ketika dia ikut hijrah ke Madinah bersama dengan Rasulullah SAW. Ketika hijah tersebut, Nabi Muhammad memperkenalkan Abdurrahman bin Auf kepada Sa’ad bin Rabi yang sangat kaya. Momen tersebut dimanfaatkan oleh Abdurrahman bin Auf dengan meminta Sa’ad bin Rabi untuk menunukkan pasar di Madinah sehingga Aburrahman Wahid dapat mengembangkan bisnisnya secara mandiri. Dalam lokasi pasar tersebut, Abdurrahman bin Auf mengetahui bahwa harga sewa lahan dalam sebuah pasar memiliki biaya yang cukup tinggi. Untuk itu, Abdurrahman bin Auf pun tidak hilang akal sehingga kemudian menawarkan kerjasama dengan Sa’ad bin Rabi untuk mengelola lahan yang terletak di samping pasar yang tidak terpakai.
Sebelum mempelajari terkait pengembangan bisnis dari pasar yang diperlihatkan oleh Sa’ad bin Rabi, Abdurrahmah bin Auf juga ditawari akan diberikan seorang istri oleh Sa’ad bin Rabi setelah diceraikan olehnya. Namun, Abdurrahman bin Auf menolak tawaran tersebut dan memilih untuk belajar terkait bisnis dan usaha. Usaha yang dilakukan oleh Abdurrahman bin Auf bermula dari Sa’ad bin Rabi yang membeli lahan untuk diberikan kepada Abdurrahman bin Auf kemudian dibagi menjai kavling dan setiap kavling tersebut disewakan kembali kepada orang lain. Abdurrahman bin Auf meyewakan kavling tersebut dengan harga murah sehingga banyak yang tertarik. Hal ini lah yang kemudian mendorong Abdurrahman bin Auf menjadi sosok pengusaha yang sukses dalam bidang properti hingga akhirnya juga menjadi sahabat Rasulullah yang sukses diantara lainnya.
Kesuksesan dari Abdurrahman bin Auf bahkan ditunjukkan ketika Perang Tabuk dimana ia menyumbang ribuan dinar dan termasuk penyumbang terbesar untuk perbekalan nabi Muhammad yang kurang selama perang. Dari situlah terlihat bahwa kesukesesan Abdurrahman bin Auf tidak semata-mata karena bakatnya dalam menjadi pengusaha namun juga karena sikapnya yang dermawan dan sering membantu sesama sehingga amal baiknya dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Hal ini menjadi jalan terang kita bagi pembisnis untuk terus membaca perjalanan bisnis Nabi dan Sahabatnya agar kita mampu mengikuti jejak-jejaknya dalam tata cara berbisnis sampai bagaimana kita mampu untuk sukses dengan tidak menghalakan segala cara.
Kisah Utsman bin Affan
Ada banyak sekali kisah-kisah mengenai kesusksesan pengusaha yang memberikan kita pelajaran dan motivasi untuk memulai atau mengembangkan bisnis, tentu hal ini tidak boleh kita acuh tak acuh, karena pengalaman seseorang menjadi jalan kita untuk lebih berhati-hati dalam melakukannya. Kali ini mari kita simak cerita Sahabat Nabi Utsman bin Affan
Sewaktu muda, Ustman bin Affan mampu menjadi pengusaha yang sukses. Utsman bin Affan ini merupakan sosok sahabat sekaligus menantu dari Rasulullah yang dikenal dengan sebutan “Saudagar kain yang dermawan.” Dalam hal ini, selain berfokus untuk berdagang, Utsman bin Affan juga rajin bersedekah untuk menyalurkan kekayaannya melalui pembangunan fasilitas umat Islam dan upaya untuk menunjang kemahsyuran Islam. Adapun prinsip yang digunakan oleh Utsman bin Affan sangat menarik yaitu ketika ia memegang peranan sebagai pengusaha maka ia akan terus memberi dan membantu saudara seumat muslim maupun non muslm dimana Allah SWT tidak berharap imbalan apapun. Bahkan kekayaan yang dimiliki oleh pengusaha maupun pebisnis hanya sebagai titipan yang tidak selamanya ada.
Selain menjadi suadagar kain, Ustman bin Affan juga dikenal sebagai seseorang yang memiliki jumlah ternak paling banyak dari orang Arab lainnya. Aset bisnis yang dimiliki oleh Utsman bin Affan pun tidak usah diragukan lagi karena memang sangat melimpah. Hal ini yang menjadikan Utsman menjadi sosok pengusaha yang sukses dan kaya. Namun, kekayaan tersebut tidak dinikmati oleh Utsman bin Affan sendiri, melainkan juga disalurkan oleh keluarganya juga untuk banyak masyarakat pada masa itu. Dalam sebuah kisah, diceritakan bahwa Utsman bin Affan pernah membeli sebuah sumur yang dimiliki oleh orang Yahudi di Madinah. Sumur yang sudah dibeli tersebut kemudian diwakafkan untuk tujuan kepentingan seluruh umat Islam.
Kedermawanan yang dimiliki oleh Utsman bin Affan memang tiada habisnya karena ia merupakan sosok yang senang berbagi kepada sesama. Walaupun begitu kekayaannya tidak pernah surut malah terus bertambah. Hal ini disebabkan strategi bisnis yang diterapkan oleh Utsman yang sangat baik yaitu dengan 1) selalu terjun langsung ke lapangan dalam mengelola bisnisnya, 2) melakukan pengembangan bisnis dengan rumus segitiga yaitu dinikmati, diputar lagi, dan sedekah, 3) tetap mensyukuri keuntungan walaupun hanya sedikit, 4) menghindari pembelian stok barang yang lama dan menjadikan satu modal menjadi dua modal.
Hal ini menjadi jalan terang kita bagi pembisnis untuk terus membaca perjalanan bisnis Nabi dan Sahabatnya agar kita mampu mengikuti jejak-jejaknya dalam tata cara berbisnis sampai bagaimana kita mampu untuk sukses dengan tidak menghalakan segala cara.
Sebagai umat islam kita pasti sering sekali mendengar sejarah tentang teladan Nabi Muhammad SAW. yang diceritakan dibuku-buku ataupun mendengar langsung penyampaian dari orang tua dan guru kita, tentu hal itu menjadi pelajaran yang sangat baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mari kita simak pembahasan mengenai teladan Rosulullah berikut ini.
Kata Rasul diambil dari kata ‘risala’ yang mengandung arti ‘penyampaian’. Kata rasul ini pun kemudian diartikan sebagai seseorang yang mengemban amanah untuk diberikan wahyu serta kepercayaan oleh Allah SWT dimana juga memiliki kewajiban untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada umat-Nya.
Nabi sekaligus rasul terakhir dalam agama Islam yaitu Nabi Muhammad SAW. Dalam menjalani kehidupannya, Nabi Muhammad senantiasa melakukan hal-hal baik yang kemudian dicontoh oleh sahabat-sahabatnya dan seluruh umat muslim. Hal ini menunjukkan bahwa perkataan, perbuatan, tingkah laku dan kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dapat menjadi suri teladan yang menginspirasi dan memberikan petunjuk bagi umat muslim seluruh dunia hingga saat ini. Hal ini juga semakin ditegaskan dalam Q.S Al-Ahzab ayat 21 yang mengandung arti “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Kisah inspiratif yang berasal dari Nabi Muhammad pun sangat banyak yang mampu dijadikan teladan bagi umat muslim. Berikut adalah beberapa teladan rosul yang dapat dipetik sebagai pembelajaran bagi umat manusia.
Berperilaku Lemah Lembut
Nabi Muhammad selama hidupnya merupakan sosok yang berhati mulai dan selalu bersikap lemah lembut pada sesamanya. Beliau bersikap lemah lembut tidak hanya pada orang tua, melainkan pada sahabatnya dan seluruh pengikutnya. Bahkan Nabi Muhammad juga bersikap lemah lembut pada orang yang telah menghinanya, menganiayanya, bahkan membencinya. Perilaku inilah yang dapat menjadi teladan bagi manusia untuk selalu berperilaku lemah lembut kepada siapapun.
Tidak Suka Memupuk Kekayaan
Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai seseorang yang tidak memiliki kekayaan yang melimpah. Meskipun demikian, Nabi Muhammad dapat dikatakan sebagai seseorang ahli sedekah yang tidak pernah berbuat tamak maupun serakah terhadap harta. Nabi Muhammad selalu menganggap bahwa harta adalah titipan sehingga ia hidup sederhana dan tidak mau menumpuk harta di rumahnya. Kendati demikian, ketika ia memiliki rejeki maka Nabi Muhammad akan langsung bersedekah dan membagikanya ke orang-orang yang membutuhkan.
Selalu Waspada dan Taat Terhadap Perintah Allah
Semasa hidupnya, Nabi Muhammad dapat dianggap sebagai manusia yang paling taat terhadap perintah Allah SWT. Walaupun sudah dijamin masuk surga oleh Allah SWT, namun nabi Muhammad senantiasa beribadah secara khusu’ dan terus taat terhadap perintah Allah SWT. Nabi Muhammad sangat takut kepada Allah sehingga menjauhi larangan Allah. Ketakutan inilah yang kemudian membentuk sikap waspada terhadap seluruh perbuatan yang akan ia lakukan, termasuk ketika makan dan minum.
Bagaimana, mampukah kita mencontoh sikap atau teladan Rosulullah dalam menjalani hidup, mulai dari hubungan kepada manusia, alam dan Tuhannya. Tentu orang biasa seperti kita tidak mampu menyamai tauladan kita seperti Rosulullah, akan tetapi atas keyakinan dan usahalah yang membuat kita tetap berdiri tegak setidaknya menjauhi larangannya.
Salah satu cara Rosulullah dalam berbisnis adalah dengan berdagang, mungkin kita sering bertanya mampukah orang berdagang itu menyempatkan atau mengingat tentang solat atau ibadah. Hal ini yang sebenarnya menjadi teguran untuk kita semua untuk mampu menyeimbangi antara dunia dan akhirat.
Nabi Muhammad SAW selama hidupnya dikenal sebagai sosok pemuda yang berprofesi sebagai pedagang yang tangguh. Pedagang dan bisnis sebenarnya memiliki kaitan yang cukup erat karena sama-sama aktivitas untuk menjual produk ataupun jasa. Dalam berdagang tersebut, Nabi Muhammad memiliki prinsip-prinsip yang dipegang agar dapat berdagang dengan baik sesuai ajaran Allah. Berikut merupakan prinsip-prinsip berdagang yang dapat diimplementasikan dalam dunia bisnis.
Melakukan Bisnis dengan Niat Untuk Beribadah
Niat merupakan hal yang paling fundamental dalam menjalankan berbagai urusan, termasuk berbisnis. Apabila Anda melakukan bisnis dengan niat untuk beribadah, maka Anda akan terhindar dari hal-hal yang memicu terjadinya dosa yang melanggar perintah Allah serta syariat Islam. Dengan demikian, niat ini dapat menjadi alat untuk mengambil keputusan serta arah yang ditujukan dalam menentukan kehidupan bisnis yang Anda jalankan.
Dalam ilmu berbisnis modern, terdapat prinsip yakni from God to Great yang mengandung makna bahwa bisnis akan berjalan dengan baik apabila didasari dengan hati nurani untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tidak Bertindak Curang
Ketika melakukan bisnis, Nabi Muhammad sangat menjauhi tindakan berbuat curang. Hal ini disebabkan karena kepercayaan konsumen merupakan hal yang sangat fundamental sehingga rasulullah selalu berbuat jujur dalam berdagang. Untuk dapat dipercaya oleh konsumen, maka Rasulullah menjauhi larangan untuk berbuat curang, seperti mengurangi timbangan. Hal yang dilakukan oleh Rasululah malah sebaliknya, yaitu menambah timbangan. Apabila diterapkan dalam model berbisnis saat ini maka prinsip yang harus dipegang yaitu memberikan produk jualan sesuai yang ditawarkan secara jujur. Apabila produk yang ditawarkan memiliki kualitas baik, sampaikan yang baik. Jangan sampai menawarkan produk baik namun sebenarnya merupakan barang cacat. Hal ini lah yang sering ditemukan pada kualitas barang dalam bisnis online saat ini.
Selalu Gigih dalam MenjuaL Barang atau Berbisnis
Nabi Muhammad dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah dan gigih dalam berdagang. Prinsip untuk selalu gigih agar dagangan yang dijualnya laku inilah yang dapat diteladani sejak zaman dahulu hingga sekarang. Ketika Anda gigih berusaha untuk menjual produk, maka hasil penjualan yang Anda harapkan juga akan meningkat seiring doa yang mulai dikabulkan.
Bersikap Ramah dan Sopan
Dalam menghadapi pembeli, Nabi Muhammad SAW selalu bersikap ramah dan sopan baik pada konsumen yang akan membeli, sudah membeli, ataupun tidak jadi membeli. Rasulullah sangat ramah dan berlaku adil dengan tidak membedakan pelanggan. Hal ini yang menjadi poin penting dalam berbisnis yaitu dengan selalu ramah serta sopan untuk menghargai satu sama lain.
Bisa kita bayangkan kemuliaan seorang Nabi semua hal termasuk bisnis diniatkan untuk beribadah kepada Allah, walaupun seperti itu tidak berarti hanya pasrah, namun kita juga diajarkan untuk pantang menyerah dalam berbisnis. Jelas sekali Nabi mengajarkan kepada kita bahwa bisnis juga jalan kita beribadah kepada Allah SWT.
Inilah Daftar Sahabat Nabi yang Jadi Pengusaha
Ternyata, tidak hanya Nabi yang memiliki profesi sebagai pedagang. Namun, para sahabat Rasulullah juga sukses menjadi pengusaha. Sahabat Rasulullah ini mengikuti teladan dari nabi Muhammad dalam menjalani kehidupan sehari-hari sehingga usaha yang dijalankan dapat lebih maju dan berkembang. Apabila Anda penasaran dengan pembahasan kali ini, maka akan disampaikan mengenai daftar sahabat nabi yang menjadi pengusaha di masa lampau.
- Abdurrahman bin Auf
Abdurrahman bin Auf merupakan salah satu sahabat Rasulullah yang memiliki kemampuan dalam melakukan bisnis atau pun usaha. Awal mula kesuksesan Abdurrahman bin Auf sebagai pebisnis dan pengusaha adalah ketika dia ikut hijrah ke Madinah bersama dengan Rasulullah SAW. Ketika hijah tersebut, Nabi Muhammad memperkenalkan Abdurrahman bin Auf kepada Sa’ad bin Rabi yang sangat kaya. Momen tersebut dimanfaatkan oleh Abdurrahman bin Auf dengan meminta Sa’ad bin Rabi untuk menunukkan pasar di Madinah sehingga Aburrahman Wahid dapat mengembangkan bisnisnya secara mandiri.
Ustman bin Affan
Sewaktu muda, Ustman bin Affan mampu menjadi pengusaha yang sukses. Utsman bin Affan ini merupakan sosok sahabat sekaligus menantu dari Rasulullah yang dikenal dengan sebutan “Saudagar kain yang dermawan.” Dalam hal ini, selain berfokus untuk berdagang, Utsman bin Affan juga rajin bersedekah untuk menyalurkan kekayaannya melalui pembangunan fasilitas umat Islam dan upaya untuk menunjang kemahsyuran Islam. Adapun prinsip yang digunakan oleh Utsman bin Affan sangat menarik yaitu ketika ia memegang peranan sebagai pengusaha maka ia akan terus memberi dan membantu saudara seumat muslim maupun non muslm dimana Allah SWT tidak berharap imbalan apapun. Bahkan kekayaan yang dimiliki oleh pengusaha maupun pebisnis hanya sebagai titipan yang tidak selamanya ada.
Abu Bakar Ash-Shidiq
Nama Abu Bakar sendiri pastinya sudah tidak asing dimana Abu Bakar sering disebut-sebut sebagai sahabat dekat Nabi Muhammad SAW. Ternyata, Abu Bakar juga merupakan pengusaha sukses pada zamannya. Abu Bakar Ash-Shidiq juga merupakan pemimpin umat Islam setelah meninggalnya Rasulullah. Abu Bakar ini menjadi seorang pengusaha dan pedagang yang memiliki sikap jujur, adil, memiliki wawasan yang luas, juga dermawan.
Urwah Al-Bariqi
Urwah Al-Bariqi juga merupakan sahabat nabi yang sukses menjadi pengusaha dimana memiliki kekuatan yang handal dalam melakukan komunikasi dan negosiasi dengan berbagai relasi. Kemampuan itulah yang menghantarkan Urwah Al-Bariqi menjadi sosok yang sukses dalam berbisnis.
Umar bin Khatab
Umar bin Khatab juga merupakan sosok yang suskses menjadi pengusaha properti. Hal yang dapat menghantarkan Umar bin Khatab menjadi pengusaha sukses adalah sifat yang tegas. Hal tersebut membuat Umar bin Khatab menjadi pengusaha yang disegani jazirah Arab pada masa itu.
Hal ini menjadi jalan terang kita bagi pembisnis untuk terus membaca perjalanan bisnis Nabi dan Sahabatnya agar kita mampu mengikuti jejak-jejaknya dalam tata cara berbisnis sampai bagaimana kita mampu untuk sukses dengan tidak menghalakan segala cara.
Salat sunnah merupakan ibadah salat yang tidak menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Namun, salat sunnah ini menjadi anjuran yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala sedangkan apabila ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Mengerjakan salat sunnah sendiri membutuhkan istiqamah dan keihlasan dalam menjalankanya. Tidak semua orang dapat istiqamah untuk mengerjakan salat Sunnah karena terdapat banyak sekali godaan yang mungkin datang.
Padahal keutamaan dari salat sunnah ini sangat banyak. Berikut merupakan keutamaan salat sunnah yang mungkin dapat meningkatkan semangat dan menggerakan hati Anda untuk melaksanakan ibadah salat sunnah secara konsisten dan istiqomah.
Keutamaan Salat Sunnah:
• Menutupi kekurangan yang terdapat dalam melaksanakan salat Fardhu
Dalam melakukan salat Fardhu, seseorang pasti terkadang melakukan hal-hal yang mengurangi kekhusyu’an dalam salat, atau bahkan lupa membaca atau gerakan salat. Dengan salat sunnah ini, maka kekurangan selama melakukan salat Fardhu dapat ditutupi.
.
• Merupakan ibadah salat paling afdhal dari ibadah sunnah lainnya
Salat sunnah juga disebut sebagai ibadah paling afdhal dimana memiliki banyak keutamaan dan kemuliaan dibandingkan ibadah sunnah lainnya.
.
• Orang yang rajin salat sunnah dapat menemani nabi ketika di Surga
Selama di dunia, nabi merupakan sosok yang gemar melakukan ibadah-ibadah sunnah, salah satunya salat sunnah. Oleh karena itu, umat manusia yang rajin melakukan salat sunnah akan ditempatkan berdampingan dengan nabi ketika di Surga.
.
• Sewaktu sujud ataupun ruku’, dosa-dosa yang dimiliki akan berguguran
Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa ketika sujud maupun rukuk untuk salat sunnah, maka dosa-dosa yang dimiliki orang tersebut dapat berguguran. Nah, kalau manfaatnya juga banyak.
Berikut Beberapa Manfaat Salat Sunnah
1.Menjadi umat yang bertakwa dan dicintai oleh Allah
2.Doa lebih mustajab, apabila berdoa akan suatu permintaan maka lebih mudah dikabulkan
3.Diangkat derajatnya di sisi Allah
Nah, setidaknya di atas merupakan keutamaan dalam mengerjakan salat sunnah. Bagaimana? Masih mau malas mengerjakan salat sunnah setelah melihat keutamaan tersebut? Pasti menjadi semakin bersemangat bukan, untuk mendekatkan diri kepada ajaran Allah dengan mengamalkan salat sunnah secara konsisten dan istiqamah.